(20/01/12)
Izinkan Saya menyapa & memperkenalkan diri kepada Kalian semua terlebih dahulu. Karena katanya tak kenal maka tak sayang, kalau sudah sayang jangan ditinggalkan ya!
Hi, Guys👋
Perkenalkan nama Saya Christayanna, biasa di panggil Yanna. Cukup Yanna jangan yang lain, nanti sayang. Hehe. Saya menyukai tulisan dan musik, namun ini aneh ketika saya mulai menulis karya Saya sendiri. Tenang, Saya akan mulai terbiasa, kok.
Baiklah, semoga yang membaca ataupun tidak. Berbahagia lah Kalian, karena di Bumi sudah banyak kesedihan karena Musim Hujan ini. Bersyukur tentang semua yang sudah ataupun belum kalian miliki saat ini. Sudah terlalu panjang, mari kita mulai👇
----‐--------------------------------------------------------------------------------------------
Awalnya Saya memang sudah bertekad ingin masuk Sekolah Negeri ketika Saya lulus SMP. Dengan alasan yang klise, yaitu tidak ingin merepotkan Orang Tua lagi karena biaya Sekolah. Saya mempunyai beberapa Teman yang ingin berjuang bersama Saya masuk Sekolah Negeri. Mari kita samarkan saja ya namanya, Saya menganggap itu privasi. Deni, Adi, dan Bayu.
Mari kita mulai ketika Saya mencari informasi tentang bagaimana cara masuk Sekolah Negeri, waktu itu Saya ingin masuk SMAN 19 Jakarta. Saya dan Adi pergi ke SMAN 19 Jakarta sepulang Sekolah, Deni menyusul karena ia pulang terlebih dahulu. Rumahnya lebih dekat dengan SMAN 19 Jakarta.
Sesampai nya, Saya, Adi, dan Bayu hanya bertemu dengan Satpam karena tidak diperbolehkan masuk. Beliau memberi tahu informasi yang terpajang di dekat Gerbang Sekolah. Ketika ingin pulang, Hujan turun membasahi Bumi. Bayu pulang terlebih dahulu karena Rumah yang dekat, sementara Saya dan Adi menunggu di Warung depan Sekolah. Sambil mengecek Grab yang harga nya melonjak ketika Hujan. Akhirnya kami memutuskan untuk naik Bajaj.
Hari - H mendaftar SMA Negeri, Kami sudah menyiapkan berkas - berkas yang diperlukan. Saya tidak begitu ingat berapa orang yang pergi, tapi waktu itu Hujan.
Saya menunggu di depan rumah teman saya karena waktu itu dia belum bangun. Juga menunggu beberapa teman saya yang lain datang. Setelah semua sudah kumpul, Kami memesan 2 mobil grab dan pergi. Sesampai nya disana, ramai sekali orang yang mendaftar. Kami menunggu giliran di panggil sesuai nomor urut, waktu itu nomor urut kami di angka ratusan. Sambil menunggu, Kami duduk di lantai dan mulai kelaparan. Karena waktu itu hanya ada indomie yang di jual di Warung, Kami pun membeli nya. Setelah menunggu lama, kami tidak dipanggil dan dilanjutkan keesokan harinya.
Esok harinya, Kami sudah dipanggil dan mendapatkan token. Lalu, kami pergi ke Rumah Deni untuk pendaftaran online. Di Tahap pertama Saya dan beberapa teman yang lain gugur, namun Adi dan Bayu bertahan. Kami panik. Saya menelepon Papa untuk meminta izin bagaimana jika Saya masuk SMK Negeri. Papa bilang ia mengizinkan Saya untuk mengambil jurusan Pemasaran atau Pariwisata.
Waktu itu Saya tahu Saya gegabah, mengambil keputusan terlalu cepat. Saya di urutan pertama Pariwisata SMKN 9 Jakarta bersama satu teman saya, sebut saja Lala. Saya sudah lega akhirnya mendapatkan Sekolah. Saya memang menyesal, karena seharusnya Saya bisa ikut Tahap kedua SMA Negeri. Waktu itu Saya kalang kabut, Saya menangis setelah berbincang singkat dengan Guru Saya.
Saya, Adi, dan Bayu menghabiskan waktu di Rumah Bayu dengan menangis. Saya mengamuk waktu itu karena kecewa dengan diri saya sendiri yang terlalu cepat mengambil keputusan. Mereka menenangkan Saya. Setelah semua berlalu, lambat laun Saya dapat menerima kenyataan ini.
Silahkan dibayangkan ilustrasi nya, tapi tolong jangan berekspetasi dengan yang asli. Asli nya mereka lebih cantik dan tampan, kok. Ini memang gambar saya saja yang terlalu indah. Hehe. Mungkin di next blog Saya akan membuat cerita tentang mereka. Tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Hehe.
Mungkin sampai sini dulu cerita Saya, Terima Kasih kepada yang sudah membaca cerita Saya. Mohon tinggalkan jejak ya! Like dan comment nya😊
-yann.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar