Minggu, 26 Januari 2020

minggu yang melelahkan

Bumi, tepatnya Jakarta
(20/01/26)

Hi, Guys👋

Kembali lagi dengan blog saya😁 Kali ini saya akan menceritakan tentang seminggu kegiatan yang cukup melelahkan.

Baiklah, semoga yang membaca ataupun tidak. Berbahagialah kalian, karena di Bumi sudah ada banyak kesedihan. Bersyukur tentang semua yang sudah ataupun belum kalian miliki saat ini. Mari kita mulai👇

 Mari kita muali dari hari rabu, karena di hari selasa saya sudah menceritakan kedatangan Pak Berry. Di hari rabu, kelas 11 UPW mempunyai rencana untuk nobar di Indiskop dengan guru - guru UPW pada siang hari. Tetapi sekitar pukul 10.00 Pagi, Pak Ali datang ke kelas kami dengan tergesa - gesa. Kami semua dalam hati sudah menduga yang tidak - tidak " jangan - jangan gajadi pergi lagi, haduh! " . Pak Ali berkata bahwa kita harus segera bersiap - siap dan akan pergi ke Museum Sejarah Jakarta untuk memberikan kejutan kepada beberapa teman kami yang sudah PKL duluan. Tentu, kami semua bersorak kegirangan.


Setelah selesai berkunjung dan memberikan kejutan, kami semua bersiap untuk pergi ke Indiskop menggunakan angkot. Sesampainya disana, saya memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu karena jarak Indiskop ke rumah saya cukup dekat. Di Indiskop kami disambut dengan baik, kami pun nonton film horror! yashhh kesukaan saya! tetapi film nya cukup membosankan dan tidak seram. Alhasil saya terlelap bersama teman saya.


Benar - benar pengalaman yang sangat menyenangkan bersama teman - teman sekelas! berhubung sebentar lagi kami semua tidak akan bertemu lagi selama 3 bulan karena PKL. Nantikan Vlog dan Blog saya selagi saya PKL nanti ya, kawan!

Mungkin sampai disini dulu cerita Saya kali ini. Terima kasih kepada yang sudah membaca cerita Saya. Mohon tinggalkan jejak ya!
-yann.



Rabu, 22 Januari 2020

Berawal dari Banyuwangi

Bumi, tepatnya Jakarta
(20/01/22)

Hi, Guys👋 

Kembali lagi dengan blog Saya😁 Kali ini Saya akan menceritakan tentang Pak Berry, selaku Guest lecture anak UPW minggu ini. 

Baiklah, semoga yang membaca ataupun tidak. Berbahagialah kalian, karena di Bumi sudah ada banyak kesedihan. Bersyukur tentang semua yang sudah ataupun belum kalian miliki saat ini. Mari kita mulai👇

Pak Berry adalah sosok yang mengagumkan menurut saya. Sederhana namun bersinar dimanapun ia berada. Semua orang senang dengan kepribadiannya yang humble. Pak Berry ini teman dari salah satu guru di SMKN 9, yaitu Pak Ali. Mereka sama - sama hobi nge band loh!

Pertama kali liat Pak Berry sih tidak terlalu terkejut, karena memang katanya tinggi sekali. Juga memang gaya nya yang anak band banget.

Mendengar cerita pengalaman dari Pak Berry, suka dan duka nya menjadi local guide sangat menyenangkan. Berawal dari iri dengan orang lain " mengapa dia bisa, kok saya tidak bisa? Toh sama - sama makan nasi ". Kami semua termotivasi dan jadi mempunyai banyak ide - ide menarik dari pengalaman beliau. Sampai saat ini ia sudah memiliki website sendiri. Iya, Pak Berry ini local guide Banyuwangi, juga masih banyak tempat - tempat lainnya.
Saya termotivasi dan memiliki ide untuk mengembangkan desa yang memang belum terkenal. Kelak saya ingin mengembangkan keindahan alam yang ada di Kampung saya. Benar apa kata Bu Sonya, memang susah kalau ingin memandu di kota - kota besar seperti Jakarta ini. Banyak saingan yang sudah lebih unggul dari kita.

Ya, inilah mimpi saya. Mengembangkan pariwisata di Kampung saya sendiri. Membuktikan bahwa desa - desa terpencil ini juga memiliki beragam keindahan alam yang tersembunyi.

Sedikit informasi, Pak Berry memandu perjalanan ke Kawah Ijen dan Bromo. Sungguh, indah sekali pemandangan disana!

Mungkin sampai disini dulu cerita Saya kali ini. Ini cerita yang sudah saya janjikan minggu lalu, semoga menyenangkan untuk di baca dan memotivasi masa depan kalian💖. Terima kasih kepada yang sudah membaca cerita Saya. Mohon tinggalkan jejak ya!
-yann.

Minggu, 19 Januari 2020

Tentang seminggu ini

Bumi, tepatnya Jakarta
(20/01/19)

Hi, Guys👋

Kembali lagi dengan blog Saya😁 Kali ini Saya akan menceritakan semua yang terjadi selama seminggu terakhir. Mungkin akan sedikit membosankan, tapi yasudahlah.

Baiklah, semoga yang membaca ataupun tidak. Berbahagialah kalian, karena di Bumi sudah ada banyak kesedihan. Bersyukur tentang semua yang sudah ataupun belum kalian miliki saat ini. Mari kita mulai👇

Jadi Kita mulai dari tugas - tugas yang diberikan oleh Bu Sonya. Sejujurnya saya senang dengan pelajaran - pelajarannya Bu Sonya. Tentang membuat paket tur dan mendesign power point. Walaupun sedikit membuat pusing, tapi ini sangat menyenangkan.

Minggu ini Bu Sonya memberikan tugas membuat Proposal paket tur. Memang sulit dan membutuhkan ketelitian penuh. Tapi saat tiba pengecekkan dan tidak ada kesalahan fatal, Saya sangat bangga dengan diri Saya sendiri.

 
Sejujurnya ini revisi yang kesekian kalinya. Minggu depan Saya akan mempresentasikan proposal nya dan guiding. Doakan supaya lancar ya, teman - teman! 

Selanjutnya Saya akan menceritakan pelajaran Pak Ali. Ketika pelajarannya, ia datang membawa durennnnn. Yeayyyy! ada yang antusias namun ada juga yang tidak suka karena bau nya. Pak Ali membagi 2 kelompok, yang suka dan yang tidak suka dengan duren. Saya termasuk yang menyukai duren. hehe. Kami berlomba untuk merebutkan duren, lalu kami juga diberikan tantangan memakan duren dengan biskuit. Tapi sungguh, ini enak😂


Mungkin sampai disini dulu cerita Saya kali ini. Minggu depan akan lebih menyenangkan karena akan ada banyak acara dan Guest Lecture yang diundang untuk sharing dengan anak - anak UPW. Terima kasih kepada yang sudah membaca cerita Saya. Mohon tinggalkan jejak ya!
-yann.

Sabtu, 11 Januari 2020

Kisah Saya mencari Sekolah

Bumi, tepatnya Jakarta.
(20/01/12)

Izinkan Saya menyapa & memperkenalkan diri kepada Kalian semua terlebih dahulu. Karena katanya tak kenal maka tak sayang, kalau sudah sayang jangan ditinggalkan ya!

Hi, Guys👋
Perkenalkan nama Saya Christayanna, biasa di panggil Yanna. Cukup Yanna jangan yang lain, nanti sayang. Hehe. Saya menyukai tulisan dan musik, namun ini aneh ketika saya mulai menulis karya Saya sendiri. Tenang, Saya akan mulai terbiasa, kok.
Baiklah, semoga yang membaca ataupun tidak. Berbahagia lah Kalian, karena di Bumi sudah banyak kesedihan karena Musim Hujan ini. Bersyukur tentang semua yang sudah ataupun belum kalian miliki saat ini. Sudah terlalu panjang, mari kita mulai👇

----‐--------------------------------------------------------------------------------------------
Awalnya Saya memang sudah bertekad ingin masuk Sekolah Negeri ketika Saya lulus SMP. Dengan alasan yang klise, yaitu tidak ingin merepotkan Orang Tua lagi karena biaya Sekolah. Saya mempunyai beberapa Teman yang ingin berjuang bersama Saya masuk Sekolah Negeri. Mari kita samarkan saja ya namanya, Saya menganggap itu privasi. Deni, Adi, dan Bayu. 

Mari kita mulai ketika Saya mencari informasi tentang bagaimana cara masuk Sekolah Negeri, waktu itu Saya ingin masuk SMAN 19 Jakarta. Saya dan Adi pergi ke SMAN 19 Jakarta sepulang Sekolah, Deni menyusul karena ia pulang terlebih dahulu. Rumahnya lebih dekat dengan SMAN 19 Jakarta.

Sesampai nya, Saya, Adi, dan Bayu hanya bertemu dengan Satpam karena tidak diperbolehkan masuk. Beliau memberi tahu informasi yang terpajang di dekat Gerbang Sekolah. Ketika ingin pulang, Hujan turun membasahi Bumi. Bayu pulang terlebih dahulu karena Rumah yang dekat, sementara Saya dan Adi menunggu di Warung depan Sekolah. Sambil mengecek Grab yang harga nya melonjak ketika Hujan. Akhirnya kami memutuskan untuk naik Bajaj.

Hari - H mendaftar SMA Negeri, Kami sudah menyiapkan berkas - berkas yang diperlukan. Saya tidak begitu ingat berapa orang yang pergi, tapi waktu itu Hujan. 
Saya menunggu di depan rumah teman saya karena waktu itu dia belum bangun. Juga menunggu beberapa teman saya yang lain datang. Setelah semua sudah kumpul, Kami memesan 2 mobil grab dan pergi. Sesampai nya disana, ramai sekali orang yang mendaftar. Kami menunggu giliran di panggil sesuai nomor urut, waktu itu nomor urut kami di angka ratusan. Sambil menunggu, Kami duduk di lantai dan mulai kelaparan. Karena waktu itu hanya ada indomie yang di jual di Warung, Kami pun membeli nya. Setelah menunggu lama, kami tidak dipanggil dan dilanjutkan keesokan harinya.

Esok harinya, Kami sudah dipanggil dan mendapatkan token. Lalu, kami pergi ke Rumah Deni untuk pendaftaran online. Di Tahap pertama Saya dan beberapa teman yang lain gugur, namun Adi dan Bayu bertahan. Kami panik. Saya menelepon Papa untuk meminta izin bagaimana jika Saya masuk SMK Negeri. Papa bilang ia mengizinkan Saya untuk mengambil jurusan Pemasaran atau Pariwisata.

Waktu itu Saya tahu Saya gegabah, mengambil keputusan terlalu cepat. Saya di urutan pertama Pariwisata SMKN 9 Jakarta bersama satu teman saya, sebut saja Lala. Saya sudah lega akhirnya mendapatkan Sekolah. Saya memang menyesal, karena seharusnya Saya bisa ikut Tahap kedua SMA Negeri. Waktu itu Saya kalang kabut, Saya menangis setelah berbincang singkat dengan Guru Saya.

Saya, Adi, dan Bayu menghabiskan waktu di Rumah Bayu dengan menangis. Saya mengamuk waktu itu karena kecewa dengan diri saya sendiri yang terlalu cepat mengambil keputusan. Mereka menenangkan Saya. Setelah semua berlalu, lambat laun Saya dapat menerima kenyataan ini.
Silahkan dibayangkan ilustrasi nya, tapi tolong jangan berekspetasi dengan yang asli. Asli nya mereka lebih cantik dan tampan, kok. Ini memang gambar saya saja yang terlalu indah. Hehe. Mungkin di next blog Saya akan membuat cerita tentang mereka. Tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Hehe.

Mungkin sampai sini dulu cerita Saya, Terima Kasih kepada yang sudah membaca cerita Saya. Mohon tinggalkan jejak ya! Like dan comment nya😊
-yann.